Skip to main content

Posts

Sebuah Curahan Hati

Sekali lagi saya merasa sedih. Beberapa waktu yang lalu saya sempat merasa gembira saat ada dua rekan kuliah saya yang tertarik untuk minta di instalasikan Linux di notebook miliknya. Ternyata masalahnya gara-gara OS Windows -nya terserang virus. Masalah klasik. Saya pun langsung getol mencari paket-paket tambahan untuk agar bisa menambah fungsionalitas dan appereance Linux, dalam hal ini khusus paket untuk Ubuntu 8.04. Saya men- download paket Crossover , paket tema gOS, paket tema hijau, w32codecs , dan lain-lain. Tujuan saya hanya satu, ingin membuat rekan saya terkesan dengan Linux dan menjadi benar-benar tertarik dengan Linux. Selain itu saya juga sudah siap dengan repositori ekstra Ubuntu hasil meng- copy dari rekan saya yang lain yang mempunyai DVD-nya. Setelah saya sangat siap untuk melakukan instalasi penuh Linux pada notebook rekan, sungguh agak mengecewakan, rekan saya tiba-tiba mengurungkan niatnya begitu saja untuk menginstalasi Linux gara-gara masalah yang bagi s...

Keputusan Terbaik

Ubuntu 8.10 ( Interpid ) sudah rilis. Sangat cepat, cuma berjarak 6 bulan dari Hardy ( 8.04 ). Kalau kita lihat distribusi yang lain pun, polanya hampir sama. Paling tidak 1 tahun sekali sudah rilis versi yang lebih baru. Bagi sebagian pengguna awal Linux, dan mungkin juga pengguna Linux lain, hal tersebut sangatlah membingungkan dan menggoda. Jika OS komersial seperti Microsoft Windows , akan merilis versi barunya dalam jarak yang cukup lama ( sekitar 4 tahun ), maka kebanyakan distribusi Linux merilis versi terbarunya dalam jarak waktu yang sangat dekat. Hal tersebut, tentu cukup membingungkan, karena kita harus melakukan instalasi ulang setiap versi yang lebih baru dirilis. Kita harus memindah-mindah dulu data yang ber- gigabyte , intstalasi yang melelahkan. Lalu mana yang terbaik ? Sebenarnya kalau kita review secara lebih detil, rilis versi baru hanya merubah satu hal : mengganti versi paket ( software ) yang ada dalam distribusi. Paket desktopnya ( KDE, Gnome ), paket a...

Ubuntu : OS Masa Depan ?

Di mulai dari pertama sistem operasi berbasis grafis tercipta (yaitu Apple Macintosh), komputer berkembang menjadi begitu cepat. Komputer yang dulunya hanya dipakai oleh perusahaan dalam bentuk mainframe, kemudian diadaptasi secara masif oleh pengguna rumahan atau individu, untuk berbagai keperluan. Beberapa waktu kemudian, Microsoft meluncurkan produk yang menjadi sebuah loncatan luar biasa dalam adaptasi komputer masal, yaitu sistem operasi Microsoft Windows. Dan sejak itu, perangkat lunak terus mengalami perkembangan (yang secara otomatis diikuti oleh perkembangan perangkat keras, dan juga sebaliknya). Namun dari semua itu, sampai pada akhir cerita produk Microsoft Windows menjadi (seolah-olah) satu-satunya produk perangkat lunak yang digunakan oleh semua pengguna komputer di dunia adalah pada intinya yang ditawarkan yaitu kemudahan. Kemudahan dalam penggunaan, kemudahan dalam hal dukungan terhadap perangkat keras, dan dukungan terhadap permasalahan sistem itu sendiri. Rupanya segal...

Mencicipi OpenSuse 11

Ternyata, rilis distro begitu cepat terjadi. Perasaan baru kemarin distro openSuse 10.3 di rilis, ternyata sekarang sudah hadir OpenSuse 11. Seperti biasanya, distro ini hadir dengan tampilan yang sangat elegan dan eyecandy. Di bundel dengan KDE 4, dan dengan dominasi warna hijau mengkilap, distro ini semakin memantapkan posisinya sebagai distro berorientasi desktop yang sangat bagus... Tampilan KDE 4, dengan file manager default Dolphin, menjadi sebuah sistem desktop yang indah dan canggih. Ada semacam tombol navigasi di pojok atas desktop untuk menambah berbagai widgets di desktop. KMenu tampil dengan elegan, dengan sistem geser. Sebenarnya KMenu model itu sudah ada sejak openSuse 10.2, hanya saja ternyata model KMenu itu di adaptasi oleh KDE sebagai model KMenu default untuk KDE 4. Yah, openSuse boleh berbangga hati, maju selangkah, walau hanya untuk sebuah model KMenu. Selanjutnya, OpenOffice.org yang dibundel adalah versi 2.4, versi ter-update dari office suite no.1 di lingkungan ...

Kenapa Linux?

Kemarin ada yang bertanya kepada saya, apa alasan saya memakai Linux? Kalau boleh jujur, saya tidak punya alasan yang pasti. Dalam hal ini saya jujur, sebagai end user komputer Indonesia, adalah bohong kalau beralasan masalah legalitas. Mungkin jawaban yang paling realistis adalah Linux bebas dari virus windows, dan dalam waktu yang masih lama mendatang, virus untuk Linux nampaknya belum akan banyak tercipta. Dan kalau boleh jujur lagi, alsan saya menyukai Linux adalah sangat tidak rasional. Saya suka Linux karena saya suka musik rock. Loh? Yach, idelalisme. Itulah jawabannya. Seperti musik rock yang selalu idealis, Linux sejak pertama saya kenal, adlah sebuah karya manusia yang penuh dengan nilai idealisme sangat tinggi : semangat berbagi! Dan mungkin setelah nanti saya berkecimpung dalam dunia bisnis korporat, barulah saya beralasan rasional, bahwa Linux lebih low-cost dari pada apabila kita menggunakan sistem proprietary. Begitulah.

Hardy Heron as a rescue CD

Ternyata, ada beberapa kasus, dimana kalau sebuah komputer dg OS windows di dalamnya, dan dengan beberapa akun yang semuanya terlindungi password, Hardy Heron tidak mampu secara langsung meng-mount partisi NTFS yang ada. Lalu? Sederhana sebenarnya. Pertama, jalankan LiveCD Hardy Heron. Kedua, setelah masuk, buka menu Places. Di situ, semua partisi NTFS yang ada akan terbaca, tetapi ketika kita coba masuk akan ada pesan error. Nah, jangan buru2 anda menutup pesan error tersebut. Baca dulu partisi yang kita baca berada di mana. (misal : /dev/sda1 atau /dev/sdb2 dan lainnya) Setelah tahu, buka terminal. Buatlah direktori untuk meng-mount partisi NTFS yang kita inginkan. Perintahnya (misal) sudo mkdir /media/windowsku Lalu mountlah partisi windows yang kita ingini, dg menggunakan aplikasi ntfs-3g Perintahnya sudo ntfs-3g mount -t /dev/sda1 /media/windowsku -o force Setelah itu, tunggulah, dan partisi NTFS siap anda baca dan tulisi. Begitulah. Salam Linux>

Mencuri data dengan LiveCD Hardy Heron

Saya punya teman kuliah dengan karakter yang cukup tertutup. Selain tertutup, di sisi lain dia juga suka berceramah ini-itu. Jujur, saya cukup gemas dengan rekan saya ini. Salah satu yang cukup gemas masalah pacar. Dia sering bilang tidak mau pacaran, tapi sering juga saya pergoki sedang mojok di telepon dengan seorang cewe. Nah, suatu saat saya pernah memergoki dia sedang buka-buka foto di komputernya dengan ada gambar seorang cewe, yang cukup cantik. Saya pun makin penasaran. Akhirnya saya pun pinjem komputernya, dan sayang sekali, komputer Windows XP milik rekan saya itu dibuat dua akun, dan akun milik rekan saya di password. Nah, saya pun tidak bisa liat2 data pribadinya. Saya langsung teringat dengan LiveCD ubuntu hardy heron. Dulu saya pernah baca kalau LiveCD linux bisa “mencuri” data di Windows XP, termasuk data di akun administrator yang dilindungi password. Tanpa banyak pikir, saat rekan saya kuliah, saya coba LiveCD Ubuntu Hardy Heron di PC rekan saya tersebut dan eureka! S...