Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2008

Mematikan Paksa!

Sekitar hampir setahun berjalan, lab internet di kampus saya menggunakan PCLinuxOS. Sungguh kemajuan yang sangat saya syukuri. Alhamdulillah semua lancar, dan lancar-lancar saja. Walaupun begitu, banyak sekali pertanyaan yang dialamatkan ke saya. Kalau boleh saya bilang sih, sangat sepele sekali. Tapi saya tak pernah sinis ataupun menganggap sepele hal tersebut. Karena bagaimanapun, hampir semua rekan-rekan kuliah saya tidak pernah bersentuhan dengan Linux. Masalah mulai dari menggunakan USB Flash Disk di Linux, dan lainnya. Nah, salah satu masalah yang sering dihadapi juga adalah : bagaimana mematikan paksa program yang berjalan di Linux, apabila sistem mengalami hung atau melambat akibat kelebihan beban? Kalau di windows kita mengenal Windows Task Manager dengan menekan ctrl+alt+del, atau klik kanan pada taskbar. Namun di Linux bagaimana? Dari pengalaman saya, saya sering mengalami sistem jadi lambat, atau bahkan hampir hung, adalah ketika saya menggunakan wine untuk menjalankan bebe

Ke Sekolah Dengan Edubuntu

Salah satu tema distribusi Linux saat ini adalah pendidikan. Banyak sekali distribusi Linux yang didesain untuk fungsi edukasi. Salah satu ditribusi yang terkenal untuk itu adalah Edubuntu. Varians dari distro kondang ubuntu ini, memang didesain dengan berbagai macam aplikasi yang sangat berguna untuk dunia pendidikan. Edubuntu 8.04, seperti versi sebelumnya, hadir dengan aplikasi-aplikasi pendidikan. Jika kita mendownload Edubuntu, atau pun memesan dari shipit.ubuntu.com, kita akan mendapat CD installer, bukan LiveCD Installer seperti CD Ubuntu. Jadi, kita tidak bisa menikmati LiveCD Edubuntu. Apa yang beda dengan ubuntu? Tidak ada sama sekali! Bedanya hanya Edubuntu dibundel dengan aplikasi pendidikan, dan tampilan desktopnya. Untuk kita yang telah menginstal desktop Ubuntu 8.04 di PC atau notebook kita, kita bisa menambah aplikasi pendidikan yang ada di Edubuntu ke desktop ubuntu kita dengan sangat mudah. Langkahnya sangat sederhana : 1.masukan CD Installer Edubuntu 8.04 (disebut ju

Tentang Namaku Tux

Namaku Tux adalah sebuah tempat bercurah-hati mengenai segala macam pengalaman-pengalaman “simpel-sederhana-remeh-temeh” selama saya menggunakan dekstop Linux. Alasan utama yang mendorong saya menulis blog ini adalah hati-nurani. Selama beberapa waktu (dari awal 2007) saya merasa sangat nyaman bekerja dengan dekstop Linux yang “ full -gratis” dan “halal-legal”, selama itu pula saya merasa bertanggung-jawab untuk ikut mengembangkan sistem open source yang dibangun oleh ribuan programer di dunia ini murni dengan “ cinta dan semangat berbagi ”. Berhubung waktu dan kesempatan saya belum sampai untuk menggeluti programming di dunia Linux, maka sumbangsih satu-satunya yang bisa saya berikan untuk komunitas Linux adalah berbagi pengalaman, walaupun hanya pengalaman remeh-temeh. Latar belakang pendidikan formal saya sendiri ekonomi-manajemen. Terkesan tidak terlalu connected dengan dunia IT- Open Source , tetapi bagi saya dunia open source dan komunitas-nya adalah sebuah konsep sosi

Yang Terbaru Dari Hardy Heron

"Orang dengan ubuntu adalah yang terbuka dan bersedia untuk orang lain, mendukung yang lain, tidak merasa terancam karena orang lain lebih trampil dan cakap, karena dia memiliki keyakinan bahwa dia termasuk dari bagian besar dan akan sedih bila orang lain dihina atau akan sedih ketika orang lain tersiksa dan tertekan." Uskup besar Desmond Tutu Itulah secuplik filosofi yang diambil dalam proyek ubuntu. Yah, ubuntu memang adalah sebuah distribusi Linux yang masih dan akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai FOSS dan kemanusiaan. Bahkan, slogan “Linux For Human Beings” adalah sebuah slogan yang sangat luar biasa bagi sebuah proyek sistem operasi profesional dengan ratusan software yang terintregrasi dengan apik didalamnya. Ada perubahan mendasar yang sangat signifikan dalam rilis terbaru ubuntu kali ini. Perubahan itu bukan pada software, tampilan atau yang lainnya, tapi pada kapabilitas dan kestabilan sistem. Jika dalam rilis-rilis sebelumnya, ubuntu sering bermasalah deng

Freespire Yang Menawan

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat beberapa order untuk menginstal Linux di notebook dan PC milik rekan-rekan kuliah saya. Pertanyaan pertama adalah distro apa yang cocok? Ada beberapa pilihan : Mandriva, Ubuntu, SuSe atau (mungkin) Fedora. Ubuntu, walau sudah cukup masyhur, namun karena menggunakan Gnome, yang msaih cukup asing bagi rekan-rekan kuliah saya yang terbiasa pakai windows, saya urungkan. Begitupun dengan SuSe, walau datang dengan KDE, namun susunan menu-nya cukup membingungkan untuk pengguna awal yang belum pernah kenal Linux. Akhirnya pilihan terbaik adalah Mandriva 2008. Datang dengan KDE yang sangat indah, dan sangat hardware-friendly. Nah, setelah beberapa kali berkutat dengan Mandriva, saya ingat sebuah distro keluran perusahaan Linux komersial Linspire, yaitu Freespire 2.0. Freespire versi 2.0, ternyata diturunkan dari ubuntu 7.04, dengan ditambahai berbagai macam pustaka, codec multimedia, dan plugin, serta beberapa aplikasi buatan Linspire. Untuk pengguna pem