Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2009

Praktis dan Efisien Dengan unp : Archive Manager Simpel dan Praktis

Dalam rangka menghemat space hardisk, dan dalam rangka kemudahan-dan-efisiensi transfer data di internet, kita sering mem-bundel kumpulan dokumen kita menjadi sebuah file archive, baik itu berbentuk zip, rar atau tar.gz dan tar.bz2. Nah, suatu saat, atau setelah kita men-download archive dokumen, kita harus melakukan ekstraksi (pemekaran) kembali dokumen yang di pempatkan tersebut. Dan untuk melakukan hal tersebut tentu butuh software. Di windows, kita kenal ada WinZip, WinRar dan 7Zip. Di sebagian besar distribusi Linux modern, software untuk menangani file archive sudah dibundel secara native, dan terintegrasi dengan desktop (GNOME, KDE dan XFCE). Kita bisa langsung dengan mudah melakukan klik kanan>Extract Here untuk file archive di file manager. Sangat praktis. Tapi karena beberapa alasan, banyak yang masih suka menggunakan software archive manager berbasis teks, seperti tar, unrar, p7zip, dan unzip. Untuk menggunakan tiap aplikasi tersebut kita harus m

Mengembangkan Paradigma Yang Lebih Tepat, Mempelajari Linux dari Teori

Beberapa waktu yang lalu saya pernah sesekali berbincang dengan seorang rekan mengenai konsep bisnis pelatihan / training Linux. Dalam banyak hal, kami memiliki ketertarikan yang identik, tetapi dalam beberapa hal kami memiliki perbedaan pandangan yang sangat fundamental. Setelah saya telusuri, hal tersebut lebih kepada karakter kami yang memang beda, karakter pribadi yang memang beda. Intinya begini, saya selalu berpandangan, bahwa mempelajari ilmu apapun, hal pertama yang harus dipahami adalah teori dasar. Bagi saya, teori merupakan hal mutlak untuk membuat seseorang mengerti akan sesuatu. Ini seperti memahami agama dengan pendekatan filsafat, bukan sekedar pendekatan doktrin. Sedangkan rekan saya berpandangan berkebalikan, bahwa mempelajari teori adalah sesuatu yang membosankan. Hwaduh ! Rekan saya selalu berpendapat, bahwa pelatihan Linux harus to-the-point ke inti practical ini-itu cas-cis-cus langsung jadi. Wow ! Ajaib! Memang, ilmu-ilmu praktikal, terma

Bug Pada Amarok2 : Berharap Perbaikan Terus Dilakukan

Saya sedang menggunakan Mandriva Linux 2009.1 Spring, dan menggunakan aplikasi music manager Amarok2 (KDE4). Kesan pertama, Amarok2 lebih simpel, tidak ada welcome screen saat kita pertama menjalankannya. Hanya saja ada beberapa bug (yang saya alami) yang saya temukan : 1. Collection Directories Amarok2 hanya mau membaca direktori koleksi musik kita yang ada di /home/music. Akan menyebalkan kalau koleksi musik kita terletak di partisi lain (sebagai misal), karena Amarok2 benar-benar tidak mau men-scan (membaca) koleksi musik selain dari folder/direktori /home/music. Solusinya, buat saja symbolic link koleksi musik kita ke /home/music. Sebagai contoh, koleksi musik saya terletak di : /media/win/musik Maka saya buat symbolic link : ln -s /media/win/musik /home/alwan/Music Jika koleksi musik kita tersebar di banyak tempat, maka buatlah symbolic link sebagai subfolder/subdirektori di direktori /home/Music Sebagai misal, koleksi musik kita a

Menikmati Hiburan Multimedia Format : Convert flv to avi Di Linux

Dalam era digital saat ini, distribusi konten hiburan digital sudah sangat beragam. Taruhlah untuk video. Begitu banyak format video yang digunakan untuk mendistribusikan konten-konten hiburan (film dan lain-lain). Permasalahannya adalah, tidak semua sistem operasi secara default mendukung format-format multimedia popular (baru), katakanlah seperti flash flv dan quicktime 3gp. Solusinya sebenarnya mudah, cari saja aplikasi pemutar format multimedia lengkap, atau codec multimedia yang lengkap. Namun seringkali, kita tetap menginginkan menyimpan koleksi file multimedia kita dalam format tertentu, dengan tujuan, bisa dinikmati oleh banyak rekan yang lain (yang belum tentu memiliki software multimedia lengkap). Lalu bagaiamana? Tentu mudah! Kita membutuhkan software converter untuk mengkonversi file multimedia dari format ini ke format itu, sebagai misal dari 3gp ke avi. Di windows, aplikasi converter file multimedia cukup banyak pilihannya. Di Linux pun, wal

Indah, Lengkap dan Cepat : Mandriva 2009.1 Spring Yang Powerful

Mandriva Linux 2009.1 (Spring) telah rilis. Apa yang baru? Pertanyaan yang lebih tepat mungkin, kenapa Mandriva? Paska-popularnya Ubuntu, banyak user Linux yang kemudian lebih memilih Ubuntu sebagai desktop Linux. Alasanya tentu kemudahan dan dukungan teknis. Namun banyak yang lupa, dari sekian banyak desktop Linux, Mandriva Linux boleh dikatakan merupakan pioner desktop Linux yang user friendly dan powerful. Di masa awal Mandriva (yang waktu itu bernama Mandrake Linux), Mandriva adalah desktop Linux yang sangat popular dan disukai banyak end user karena kemudahan penggunaan dan manajemen sistem nya. Kini, Mandriva tetap bertahan dan justru semakin mantap dalam hal menghadirkan desktop yang indah, elegan dan mudah digunakan. Di versi 2009.1, Mandriva menghadirkan desktop dan software-software terbaru. Salah satu yang paling terasa adalah penghadiran software DVD/CD burner K3B versi 1.66 yang merupakan versi K3B untuk KDE4. Penyertaan K3B 1.66 ini terasa sangat

Gaming Dengan CrossOver Games

Di desktop Linux, banyak sekali pilihan game free untuk sekedar mengisi kekosongan waktu kita, atau untuk membuang sedikit kejenuhan setelah lama bekerja di depan komputer. Namun, dalam dunia komputasi, ada kelompok user yang memang interest, addicted dan kemudian focused pada dunia game komputer. Kelompok user inilah yang kemudian disebut gamers. Karena kesukaan pada games, mereka rela membeli hardware yang mahal untuk bisa bermain game 3D yang berat dan memiliki interface memuaskan. Untuk hal ini, belum banyak perusahaan pengembang game 3D yang mengembangkan game komersial untuk desktop Linux. Karena kondisi itulah, gamers yang mencoba menggunakan atau mencoba bermigrasi ke desktop Linux akan sedikit mengalami kesulitan. Jalan keluar satu-satunya adalah menggunakan emulator wine. Namun begitu, karena sifat wine yang free, untuk meng-optimized wine agar bisa menjalankan game-game 3D windows secara sempurna di butuhkan proses oprekisasi yang cukup rumit.