Skip to main content

Posts

Ubuntu : OS Masa Depan ?

Di mulai dari pertama sistem operasi berbasis grafis tercipta (yaitu Apple Macintosh), komputer berkembang menjadi begitu cepat. Komputer yang dulunya hanya dipakai oleh perusahaan dalam bentuk mainframe, kemudian diadaptasi secara masif oleh pengguna rumahan atau individu, untuk berbagai keperluan. Beberapa waktu kemudian, Microsoft meluncurkan produk yang menjadi sebuah loncatan luar biasa dalam adaptasi komputer masal, yaitu sistem operasi Microsoft Windows. Dan sejak itu, perangkat lunak terus mengalami perkembangan (yang secara otomatis diikuti oleh perkembangan perangkat keras, dan juga sebaliknya). Namun dari semua itu, sampai pada akhir cerita produk Microsoft Windows menjadi (seolah-olah) satu-satunya produk perangkat lunak yang digunakan oleh semua pengguna komputer di dunia adalah pada intinya yang ditawarkan yaitu kemudahan. Kemudahan dalam penggunaan, kemudahan dalam hal dukungan terhadap perangkat keras, dan dukungan terhadap permasalahan sistem itu sendiri. Rupanya segal...

Mencicipi OpenSuse 11

Ternyata, rilis distro begitu cepat terjadi. Perasaan baru kemarin distro openSuse 10.3 di rilis, ternyata sekarang sudah hadir OpenSuse 11. Seperti biasanya, distro ini hadir dengan tampilan yang sangat elegan dan eyecandy. Di bundel dengan KDE 4, dan dengan dominasi warna hijau mengkilap, distro ini semakin memantapkan posisinya sebagai distro berorientasi desktop yang sangat bagus... Tampilan KDE 4, dengan file manager default Dolphin, menjadi sebuah sistem desktop yang indah dan canggih. Ada semacam tombol navigasi di pojok atas desktop untuk menambah berbagai widgets di desktop. KMenu tampil dengan elegan, dengan sistem geser. Sebenarnya KMenu model itu sudah ada sejak openSuse 10.2, hanya saja ternyata model KMenu itu di adaptasi oleh KDE sebagai model KMenu default untuk KDE 4. Yah, openSuse boleh berbangga hati, maju selangkah, walau hanya untuk sebuah model KMenu. Selanjutnya, OpenOffice.org yang dibundel adalah versi 2.4, versi ter-update dari office suite no.1 di lingkungan ...

Kenapa Linux?

Kemarin ada yang bertanya kepada saya, apa alasan saya memakai Linux? Kalau boleh jujur, saya tidak punya alasan yang pasti. Dalam hal ini saya jujur, sebagai end user komputer Indonesia, adalah bohong kalau beralasan masalah legalitas. Mungkin jawaban yang paling realistis adalah Linux bebas dari virus windows, dan dalam waktu yang masih lama mendatang, virus untuk Linux nampaknya belum akan banyak tercipta. Dan kalau boleh jujur lagi, alsan saya menyukai Linux adalah sangat tidak rasional. Saya suka Linux karena saya suka musik rock. Loh? Yach, idelalisme. Itulah jawabannya. Seperti musik rock yang selalu idealis, Linux sejak pertama saya kenal, adlah sebuah karya manusia yang penuh dengan nilai idealisme sangat tinggi : semangat berbagi! Dan mungkin setelah nanti saya berkecimpung dalam dunia bisnis korporat, barulah saya beralasan rasional, bahwa Linux lebih low-cost dari pada apabila kita menggunakan sistem proprietary. Begitulah.

Hardy Heron as a rescue CD

Ternyata, ada beberapa kasus, dimana kalau sebuah komputer dg OS windows di dalamnya, dan dengan beberapa akun yang semuanya terlindungi password, Hardy Heron tidak mampu secara langsung meng-mount partisi NTFS yang ada. Lalu? Sederhana sebenarnya. Pertama, jalankan LiveCD Hardy Heron. Kedua, setelah masuk, buka menu Places. Di situ, semua partisi NTFS yang ada akan terbaca, tetapi ketika kita coba masuk akan ada pesan error. Nah, jangan buru2 anda menutup pesan error tersebut. Baca dulu partisi yang kita baca berada di mana. (misal : /dev/sda1 atau /dev/sdb2 dan lainnya) Setelah tahu, buka terminal. Buatlah direktori untuk meng-mount partisi NTFS yang kita inginkan. Perintahnya (misal) sudo mkdir /media/windowsku Lalu mountlah partisi windows yang kita ingini, dg menggunakan aplikasi ntfs-3g Perintahnya sudo ntfs-3g mount -t /dev/sda1 /media/windowsku -o force Setelah itu, tunggulah, dan partisi NTFS siap anda baca dan tulisi. Begitulah. Salam Linux>

Mencuri data dengan LiveCD Hardy Heron

Saya punya teman kuliah dengan karakter yang cukup tertutup. Selain tertutup, di sisi lain dia juga suka berceramah ini-itu. Jujur, saya cukup gemas dengan rekan saya ini. Salah satu yang cukup gemas masalah pacar. Dia sering bilang tidak mau pacaran, tapi sering juga saya pergoki sedang mojok di telepon dengan seorang cewe. Nah, suatu saat saya pernah memergoki dia sedang buka-buka foto di komputernya dengan ada gambar seorang cewe, yang cukup cantik. Saya pun makin penasaran. Akhirnya saya pun pinjem komputernya, dan sayang sekali, komputer Windows XP milik rekan saya itu dibuat dua akun, dan akun milik rekan saya di password. Nah, saya pun tidak bisa liat2 data pribadinya. Saya langsung teringat dengan LiveCD ubuntu hardy heron. Dulu saya pernah baca kalau LiveCD linux bisa “mencuri” data di Windows XP, termasuk data di akun administrator yang dilindungi password. Tanpa banyak pikir, saat rekan saya kuliah, saya coba LiveCD Ubuntu Hardy Heron di PC rekan saya tersebut dan eureka! S...

Linux Tanpa Internet? Siapa Takut?

Masalah utama bagi para pengguna pemula Ubuntu adalah : tidak bisa memutar VCD/DVD dan juga koleksi MP3. Ada Rhythmbox untuk manajemen musik, dan juga Totem sebagai default video player. Tapi tetap saja kedua aplikasi tersebut hanya mau memutar format-format open source yang sangat asing dan jarang digunakan. Solusinya adalah : instal w32codecs sebagai codec multimedia komplit, dan install Mplayer sebagai default video player baru. Kemudian install XMMS sebagai music player yang baru. Banyak forum-forum ubuntu di internet membahas hal tersebut, namun (setahu saya) semuanya menggunakan solusi online. Artinya, untuk menambah paket-paket tersebut, komputer ubuntu kita harus terhubung ke internet. NAH, DI SINI LAH MASALAH TERBESAR PERKEMBANGAN LINUX DI INDONESIA! Sebagian besar pengguna komputer di negeri kita, belum terhubung ke internet. Masalahnya simpel, langganan internet (dalam paket apapun) masih tergolong kebutuhan yang mahal, dan masih sangat sedikit yang sudah mempunyai koneksi i...

Mematikan Paksa!

Sekitar hampir setahun berjalan, lab internet di kampus saya menggunakan PCLinuxOS. Sungguh kemajuan yang sangat saya syukuri. Alhamdulillah semua lancar, dan lancar-lancar saja. Walaupun begitu, banyak sekali pertanyaan yang dialamatkan ke saya. Kalau boleh saya bilang sih, sangat sepele sekali. Tapi saya tak pernah sinis ataupun menganggap sepele hal tersebut. Karena bagaimanapun, hampir semua rekan-rekan kuliah saya tidak pernah bersentuhan dengan Linux. Masalah mulai dari menggunakan USB Flash Disk di Linux, dan lainnya. Nah, salah satu masalah yang sering dihadapi juga adalah : bagaimana mematikan paksa program yang berjalan di Linux, apabila sistem mengalami hung atau melambat akibat kelebihan beban? Kalau di windows kita mengenal Windows Task Manager dengan menekan ctrl+alt+del, atau klik kanan pada taskbar. Namun di Linux bagaimana? Dari pengalaman saya, saya sering mengalami sistem jadi lambat, atau bahkan hampir hung, adalah ketika saya menggunakan wine untuk menjalankan bebe...