30 May 2009

Kreativitas Itu Tak Pantas Mati



Linux adalah sistem operasi yang membawa konsep lisensi GPL. Lisensi GPL ini terimplemntasi juga dalam format untuk kebutuhan lain. Untuk format dokumen tertulis, Linux membawa format ODF dengan ekstensi .odt, yang merupakan format dokumen default untuk aplikasi office suite paling populer OpenOffice.org.


Untuk kebutuhan lain pun sama. Jika format distribusi audio yang paling populer adalah mp3, maka Linux mempunyai format tersendiri sebagai implementasi dari GPL, yaitu ogg vorbis. Format video yang di bawa linux pun sama, yaitu ogv dan ogg.


Permasalahannya tentu saja, sangat sedikit distributor atau developer konten hiburan yang memaketkan produk hiburannya dalam format ogg vorbis (audio dan video). Padahal, kebanyakan distribusi besar Linux, tidak memaketkan pemutar multimedia untuk format populer semacam mp3. Lalu gimana?


Its simple! Kita hanya perlu sebuah converter! Dan ada banyak converter audio-video ke format ogg. Untuk converter video-to-ogg, ada aplikasi bernama 'oggconvert', sedangkan untuk aplikasi 'audio/video-to-audioogg', ada aplikasi soundconverter. Interface kedua aplikasi tersebut sangat simpel sekali. Kita hanya perlu memasukan direktori atau file audio/video kita dan memilih direktori tujuan. Tekan 'convert' dan semua berjalan mudah!


Format yang di dukung oggconvert dan soundconverter, sangat banyak. (Mungkin) hampir semua format populer saat ini, bisa di konversi ke ogg vorbis. Untuk soundconverter sendiri, tidak hanya mampu mengkonversi file audio semacam mp3, tetapi bisa juga mengkonversi berbagai file video semacam Flash flv.


Secara keseluruhan, sangat memuaskan dan mengasyikan!


Selamat ber-Linux!

No comments: