Skip to main content

Posts

Showing posts with the label convert packages

Kreativitas Itu Tak Pantas Mati

Linux adalah sistem operasi yang membawa konsep lisensi GPL. Lisensi GPL ini terimplemntasi juga dalam format untuk kebutuhan lain. Untuk format dokumen tertulis, Linux membawa format ODF dengan ekstensi .odt, yang merupakan format dokumen default untuk aplikasi office suite paling populer OpenOffice.org. Untuk kebutuhan lain pun sama. Jika format distribusi audio yang paling populer adalah mp3, maka Linux mempunyai format tersendiri sebagai implementasi dari GPL, yaitu ogg vorbis. Format video yang di bawa linux pun sama, yaitu ogv dan ogg. Permasalahannya tentu saja, sangat sedikit distributor atau developer konten hiburan yang memaketkan produk hiburannya dalam format ogg vorbis (audio dan video). Padahal, kebanyakan distribusi besar Linux, tidak memaketkan pemutar multimedia untuk format populer semacam mp3. Lalu gimana? Its simple! Kita hanya perlu sebuah converter! Dan ada banyak converter audio-video ke format ogg. Untuk converter video-to-ogg, ad...

ALIEN : SANG PENYELAMAT ( YANG LUAR BIASA )

Beberapa saat yang lalu, saya mendownload paket-paket ekstra ubuntu secara manual di packages.ubuntu.com. Seperti biasa, saya mencatat aplikasi yang saya butuhkan beserta dependensi-dependensinya (bagaimana saya mencatat, pernah saya post dulu). Setelah pulang dengan paket deb komplit dengan dependensi-dependensinya, tanpa ragu sedikitpun langsung saya install dengan perintah $ sudo dpkg –i *.deb, saya tunggu beberapa saat, dan seperti di sambar petir, ternyata ada pesan error dan bahkan hampir semua paket yang saya download error semua. Waduuuh, kenapa ini? Setelah saya cermati pesan error yang muncul, ternyata paket-paket dependensi dasar yang ada di ubuntu, berbeda SEDIKIT versinya dengan yang dibutuhkan oleh paket tersebut. Sebagai contoh, paket ubuntu di bundel dengan versi seperti ini 123456-ubuntu1.deb, dan ada versi yang SEDIKIT lebih baru, namun sebenarnya masih versi yang sama, menjadi seperti ini 123456-ubuntu2.deb (beda rilis ke1 dan ke2). Karena hal itulah saya geram bukan...