Skip to main content

Posts

Mencoba Desktop Alternatif LXDE di Linux Mint 11 LXDE

Linux Mint 11 LXDE (Klik pada gambar untuk memperbesar) Gnome 3 telah rilis, tapi rupanya, feedback yang bergaung di internet tidak sebaik yang mungkin diharapkan banyak orang. Begitu banyak user yang tidak puas dengan “ inovasi ” Gnome 3 karena dinilai menghilangkan unsur usability atau kegunafungsian, seperti menghilangnya gnome panel, gnome menu yang cukup menyulitkan untuk mengakses aplikasi dan proses perpindahan jendela. Ini persoalan mendasar, dan secara pribadi, saya sepakat. Bahwa developer Gnome melupakan unsur paling fundamental dari desain desktop, yaitu usability atau efektifitas atau kegunafungsian. Lalu di sisi lain, Ubuntu membuat terobosan dengan merancang satu desktop baru, yang walau berbasis Gnome sebagai back-end, menghadirkan kesan ingin membuat satu desktop independen yang diberi nama Unity. Secara pribadi, sekali lagi, saya tidak nyaman dengan Unity karena hampir setali tiga uang dengan Gnome 3 yang mengenyahkan Gnome menu yang sangat amat berguna untuk menga...

Download Al Qur`an Digital Linux (Download Link dan Review)

Klik pada gambar untuk memperbesar screenshot Di dunia Linux, ada aplikasi Al Qur'an Digital bernama Zekr. Dari segi fitur, aplikasi ini boleh dibilang sempurna, karena dilengkapi sound untuk tilawah. Namun sayang, aplikasi ini cukup berat manakala dijalankan di komputer berspesifikasi rendah (misal, RAM dibawah 512MB). Lalu, saya teringat, bahwasanya dulu, manakala saya masih memakai sistem operasi Windows, saya menemukan satu apliksi Al Qur'an Digital yang sangat ringan. Lalu saya pun Google dan menemukan website aplikasi tersebut di http://www.alquran-digital.com . Lalu saya pun jalankan aplikasi tersebut di Linux memakai Wine, namun apa daya ternyata aplikasi tersebut tidak berjalan. Namun, setelah saya teliti, ternyata aplikasi tersebut hanyalah sebuah ebook berbentuk CHM. Tanpa banyak pertimbangan, lalu saya jalankan file CHM Al Quran Digital tersebut dengan chmviewer favorit saya di Linux dan berjalan sempurna. Lalu terbersitlah ide, bagaiamana kalau e...

Menginstalasi dan Menjalankan Cambridge Advanced Learner's Dictionary di Desktop Linux Menggunakan Wine (Review Kompatibilitas)

Cambridge Advanced Learner's Dictionary adalah aplikasi kamus digital English-English untuk Windows yang sangat bagus. Ada fitur pronunciation (suara pengucapan kata) UK dan US. Sangat pas untuk pembelajar dan orang yang sedang mendalami English. Beberapa waktu lalu saya dapat kopi dari aplikasi tersebut dari seorang rekan yang studi di English, dan saya jalankan dengan Wine di desktop Linux saya, dan semua berjalan sangat lancar tanpa masalah. Fitur pronunciation juga bekerja sempurna dengan suara yang jernih. Wine yang saya pakai adalah versi 1.2. Sebagai catatan, saya juga sempat mencoba aplikasi ini di Wine versi yang lebih lama: versi 1.14, versi 1.0 dan versi 0.96. Semuanya dapat menginstalasi dan menjalankan Cambridge Advanced Learner's Dictionary dengan lancar tanpa masalah. Hanya, semakin baru versi wine, fitur pronunciation-nya semakin jernih suaranya. Pada versi wine lama, fitur ini terdengar kemresek (Jawa: tidak jernih) walau masih cukup jelas untuk dide...

Apa Saja Yang Baru Dari Ubuntu 11.04 Natty Narwhal (Ubuntu Natty Narwhal Preview)

What's new Ubuntu 11.04 Natty Narwhal? Apa yang baru dari Ubuntu 11.04 Natty Narwhal? Banyak! Berikut ini saya list saja semua pembaruan yang menurut saya betul-betul asyik: Upgrade dan replace software. LibreOffice menggantikan OpenOffice.org. Mozilla Firefox upgrade ke 4.01. Banshee menggantikan Rhythmbox, ditambah dengan fitur integrasi tombol play, next dan forward di Gnome Volume Control (sungguh, ini fitur asyik). Desktop memakai Unity yang berbasis Gnome 'Classic' versi terbaru 2.32.1. Yang sangat asyik, jika komputer kita tidak memakai VGA yang support 3D (misal: onboard non-intel), secara otomatis desktop default akan dialihkan ke desktop Gnome 'Classic'. Fitur mount dan unmount partisi harddisk/usb flashdisk/removable media yang lebih responsif dan dengan fitur yang lebih lengkap (seperti fitur Format pada opsi klik kanan). Broadband Networking yang lebih sempurna dan sepenuhnya bekerja. Setup yang sangat mudah dengan wizard....

Setting Koneksi Dial Up Menggunakan Handphone Dengan Koneksi Bluetooth di Ubuntu 11.04 Natty Narwhal

Ubuntu 11.04 Natty Narwhal hadir dengan membawa cukup banyak peningkatan fitur, tampilan yang lebih elegan dan fresh, serta software-software baru yang bagus. Untuk software, Ubuntu Natty menghadirkan LibreOffice 3.3 (sebuah fork baru dari OpenOffice.org yang nampaknya akan jadi standar office di beberapa distribusi mayor), Mozilla Firefox 4.01 (versi yang sangat ditunggu-tunggu) dan integrasi Banshee dalam volume control Gnome, sekaligus menggantikan Rhythmbox sebagai default music player (saya sangat suka dengan fitur baru ini, sangat elegan). Namun, dari semua itu, peningkatan fitur baru yang sangat saya sukai adalah : Ubuntu Natty sudah bisa membuat koneksi dial up menggunakan handphone dengan memakai koneksi bluetooth ! Ini sangat-sangat bagus dikarenakan saat ini harga handphone sudah semakin murah (handphone 3g sudah dibawah satu juta). Baiklah, mari kita bahas fitur baru yang maknyus ini. Pertama, buatlah pairing antara komputer dengan handphone. Caranya, co...

Solved! Ubuntu 10.04 Lucid Lynx Shutdown Trouble

In so many cases, we always desire to make everything we had worked in perfect. But, we often make mistakes as the 'side-effect' of our desire for making everything perfect. We sacrifice quality in order to pursue radical change. We leave stability in order to pursue radical development. It is not wrong thinking but I think we should consider the most moderate value between revolution and stability -and quality. I'm talking this issue in order to show my review about the recent developments of many major Linux distributions. My central point is Ubuntu Linux. For many years ago, this distribution was well known as a high quality developed desktop distribution, and well known as one of best Linux distributions for desktop computing. But, since Ubuntu 10.04 LTS, there left many disturbing bugs. Yes I can successfully solved many of those bugs in the further days, but maybe it is good and wise for us to not too desire to pursue revolution but forgetting quality (in the c...

Mengatur Window Layout GIMP 2.6 Agar Seperti GIMP 2.4

GIMP adalah image editing dan manipulating program yang honorable di dunia Linux dan juga di platform lain. Satu yang saya suka dari GIMP adalah jendelanya dibagi menjadi tiga, dimana hal ini sangat berguna bila kita memakai monitor yang tidak terlalu lebar (dibawah 17 inchi). Kita bisa membuat main window sebagai window yang diatas dan bisa menjelajahi image yang sedang kita edit dengan lebih leluasa. Namun sayang seribu sayang, di GIMP versi 2.6, pengaturan itu justru dihilangkan. Main window tempat kita mengedit image justru dibuat hanya bisa berada dibawah dan tidak bisa diatas window Toolbox dan window Layer. Ini adalah keputusan yang kurang bijak menurut saya, karena sangat mengganggu bila kita memakai monitor yang ukuran sedang-sedang saja. Tapi ternyata, pengaturan ini bisa dikembalikan seperti pada pengaturan GIMP versi 2.4 ke bawah. Caranya sangat simpel. Pergi ke main window, dan pergi ke menu Edit>Preferences>Window Management. Di jendela Window Managemen...