Skip to main content

Back to the /root, tryin Slackware !



Setelah puas berkutat dengan Ubuntu, Mandriva, openSUSE dan Fedora, satu distribusi yang belum saya 'pergauli' adalah Slackware. Karena tuntutan diri sendiri, akhirnya saya tak tahan lagi untuk mencoba Slackware, dan memutuskan menginstalasi satu distribusi turunan Slackware yaitu Kate OS.


Sebagai distribusi 'anak' Slackware, tentu saja Kate OS memiliki pengaturan yang sama. Proses instalasi dengan ncurses. Beberapa perhatian yang mungkin di perhatikan bagi kita yang baru pertama mencoba menginstalasi Slackare (mungkin) adalah :

>> Partisi / Swap <<

Pada setup pertama instalasi, kita jangan langsung menuju pengaturan TARGET pemartisian /root, tetapi harus menseting partisi untuk swap terlebih dahulu. Karena ke-belum-tahuan saya, saya tidak menseting swap (karena saya anggap sudah di seting otomatis), adalah setelah proses instalasi selesai dan masuk sistem, tidak ada swap sama sekali (swap tidak terdeteksi).

Karena hal itu, saya ulangi lagi instalasi dari awal, dan ternyata jika pada proses instalasi kita langsung menuju bagian pemilihan partisi untuk swap, secara otomatis kita akan di bawa ke bagian pemartisian untuk /root. Jadi, yang terpenting adalah pemilihan/pembuatan partisi swap.

>> Paket <<

Ada pilihan 'full instalation' dan 'user mode'. Jika kita malas memilah-milah, tentu lebih gampang menggunakan pilihan 'full' dengan tentu saja akan memakan hardisk kita lebih banyak. Pilihan 'user mode' terkesan agak rumit tapi sebenarnya tidak terlalu rumit karena kita hanya perlu memilih paket yang kita butuhkan dan tidak.

>> Post Instalasi <<

Setelah proses setup bagian instalasi paket selesai, kita akan di bawa masuk ke bagian setup post-installation. Setup umum instalasi Linux, memasukan password dan user. Satu hal yang terpenting adalah pada saat pengaturan runlevel, kita harus memilih runlevel 4, karena kita menggunakan Linux dengan desktop. Selain itu, ada juga pengaturan skrip/modul yang dijalankan pada runlevel. Sebaiknya kita membuang modul yang tidak perlu untuk tidak dijalankan pada runlevel agar booting lebih cepat. Salah satu yang bagi saya tidak perlu adalah meload modul wine pada runlevel. Selain itu, saya mendapati satu masalah dengan modul CUPS, dimana jika saya enable, saya tidak bisa masuk sistem dan berhenti pada proses booting bagian loading CUPS. Akhirnya karena hal ini, saya menginstalasi ulang Kate OS dari awal, dan pada bagian ini saya membuang modul CUPS pada daftar modul yang di load di waktu booting/runlevel.

>> XDM <<

Pada bagian post-instalasi, ada bagian pemilihan Display Manager apa yang akan digunakan. Secara default Kate OS menggunakan Slim. Jika kita menginstalasi paket desktop GNOME dan KDE, ada pilihan menggunakan GDM dan KDM. Ada baiknya karena kita lebih terbiasa dengan dua desktop tersebut, kita memilih GDM atau KDM agar lebih 'handle-able' bila nanti terjadi permasalahan. Selian itu, ada satu bug (atau kesalahan yang tidak terlalu saya pahami) yaitu bila saya menggunakan XDM Slim dan menggunakan desktop GNOME, nantinya pilihan Shutdown tidak muncul di menu GNOME. Karena permasalahan itu juga, saya instalasi ulang Kate OS dari awal, dan saya akhirnya memilih GDM sebagai XDM default. Lebih familiar dan lebih mudah ditangani.

>> Software <<

By default, Kate OS yang saya instalasi yaitu Kate OS 3.6, hanya menyertakan OpenOffice.org 2.2. Kalau menginginkan OpenOffice.org 3, tentu harus download dari situsnya. Dan satu catatan yang saya dapati adalah, package management Slackware tidak bisa menginstalasi paket hasil konversi dari .deb atau .rpm dengan tool Alien. Karena saya hanya memiliki paket OpenOffice.org 3 berupa RPM dan DEB, akhirnya saya hanya meng-copy modul instalasi OpenOffice.org 3 dari direktori /opt Ubuntu dan saya copy ke direktori /opt Kate OS, dan saya tinggal menginstalasi desktop-integration Slackmenu, dan semua beres! Package management Slackware di kenal sederhana, dan di kenal tidak banyak aturan-aturan seperti pada package management yang lain. Kita bisa leluasa mengutak-atik sistem, dengan konsekunsi yang sama, kita tidak akan mendapati otomatisasi pesan error tentang dependensi dalam proses instalasi software.


Begitulah sekelumit percobaan eksplorasi Slackware. Masih begitu banyak hal yang bisa kita eskplorasi dari sistem desktop Linux !


Selamat ber-Linux !

Comments

Popular posts from this blog

Ubuntu Kylin 19.04 Review : A Gorgeous Windows 10 Clone

It's been quite a while since the last post I wrote in this blog. My daily life prevents me to write another stuff about Linux Desktop, and now I'm curious to take a look to the Ubuntu Kylin 19.04. Ubuntu is always be my favorite distro. It supports huge number of hardwares, it has probably the largest Linux software repository. It is also --the most important thing-- very easy to install, even for beginners.  But for some couple of years, because of technical reason, I stopped to play around with the Ubuntu releases. I stood for KDE Neon and became my primary OS because of its simplicity and the look. Few days ago Ubuntu has released its newer version, Ubuntu 19.04 codenamed Disco Dingo. I'm yes impressed by the progress Ubuntu developer has made, especially the way they arrange the GNOME desktop to match the Ubuntu theme. But the most interesting flavor of this release is Ubuntu Kylin. It's an official Ubuntu flavor, designed for Chinese People with its own...

How To Speed Up Your KDE Plasma Desktop (KDE4)

KDE is one of the oldest desktop environment in Linux. While GNOME (the other desktop that as old as KDE) is trying to built its own style of user interface, KDE from the beginning seems to mimics the Microsoft Windows' "classic" user interface. Thus, KDE has its own user base, especially for them who still in love with the Windows' philosophy : a simple desktop, with a single taskbar in the bottom, and a start menu in the left. Personally, I love KDE. It's gorgeous and eyecandy. But sometimes, I feel KDE is little bit slow in my older hardwares. So, after some experiences, I've found some tweak how to make KDE Plasma Desktop Runs Faster . 1. Change The Compositing Engine  Go to System Settings>Desktop Effect>Advanced , and change the Compositing type from OpenGL 2.0 to XRender. 2. Remove All Bloatware Apps There are some uneeded apps installed in Kubuntu (my favorite KDE distro) and you could safely remove them. Here are my list : ...

BAM Huawei Mobile Partner For Linux. Download and Install.

Click to enlarge Profile management Broadband connection is one of the most used internet connections, alongside wired and wi-fi internet connection. And the most used device to use broadband connection is USB Modem (GSM/CDMA), and one of the most used brands is Huawei, a world-recognized Chinese manufacture that focuses to produce great networking devices (modems, router etc). It is probably the most popular brand from China and I have to say that Huawei is a great product. Because of this I decided to buy a CDMA USB modem from Huawei. And greatly, this has already been recognized by Linux from so long time ago and so I can use the modem easily with GNOME's Network Manager. But later I found a problem : how to top up my prepaid internet account? To top up my prepaid internet account, I have to send a SMS to the provider and I can't do this on Linux. With forced, I temporarily used Mobile Partner application on Windows to buy / top up my prepaid internet account. ...