29 April 2014

5 Langkah Mudah Membuat Repositori Lokal Custom Ubuntu / Debian

Bagi pengguna Linux di Indonesia, kendala akses internet adalah penghambat utama bagi laju perkembangan adaptasi Linux untuk penggunaan keseharian. Masalahnya tak lain adalah, bahwa sampai saat ini, satu-satunya cara paling mudah untuk memasang aplikasi-aplikasi dan paket-paket tambahan di sistem operasi Linux adalah dengan terhubung ke internet (tidak seperti di Windows yang bisa mengunduh installernya secara terpisah dan di instal dengan klik next dan next).

Dalam dunia Linux, instalasi aplikasi dan paket tambahan dilakukan dengan cara mengunduh paket dari lumbung perangkat lunak secara online (populer disebut dengan repo). Lumbung perangkat lunak atau repo ini adalah sebuah server yang berisi paket-paket installer aplikasi Linux, yang digunakan oleh manajer paket Linux (sama seperti Google Play Android).

Cara menginstal aplikasi di Linux ini menjadi kendala, jika di kemudian hari karena satu dan lain hal, kita harus menginstalasi ulang sistem Linux kita secara keseluruhan. Terutama bagi kita yang miskin koneksi seperti pelajar atau mahasiswa.

Namun sebetulnya, ada cara supaya kita memiliki lumbung software offline dimana kita tidak perlu online di setiap ingin menginstalasi aplikasi di Linux, di kemudian hari apabila kita menginstalasi ulang sistem Linux kita, atau saat menginstalkan Linux di komputer atau laptop teman / keluarga / pacar / suami / istri / klien.

Berikut lima langkah praktis membuat lumbung software (repo) lokal di Linux keluarga Debian dan Ubuntu :

Prasyarat :

  1. Koneksi internet untuk proses pertama
  2. Update cache database repo  dengan perintah sudo apt-get update. Jika kita lupa menjalankan perintah ini, maka walau terhubung ke internet, kita tidak bisa menginstal aplikasi karena database aplikasi belum terbaca.
  3. Paket dpkg-dev. Jangan sampai lupa untuk menginstal paket ini. Ini adalah paket yang akan kita gunakan untuk membuat repo lokal.

5 Langkahnya :

1. Buat list daftar paket yang ingin dipasang
Contoh : sudo apt-get install audacious clementine ubuntu-restricted-extras smplayer gimp inkscape vlc k3b dpkg-dev icedtea-7-plugin

2. Eksekusi list paket yang ingin diinstal tadi di terminal tunggu sampai proses instalasi selesai.

3. Buat sebuah folder di Home dengan nama sembarang. Sebagai contoh, misalkan kita buat folder bernama : trusty

4. Pergi ke directori /var/cache/apt/archives dan salin semua file deb yang ada di folder tersebut ke folder baru yang kita buat sebelumnya di Home.

5. Generate sebuah file database apt untuk file-file debs di folder trusty tersebut. Perintahnya adalah :

sudo dpkg-scanpackages trusty /dev/null | gzip -9c > trusty/Packages.gz

Tunggu proses selesai dan kita sudah memiliki repo lokal berisi paket-paket pilihan kebutuhan kita sehari-hari.

Sebagai backup, folder trusty yang berisi paket-paket tersebut kita pindahkan ke partisi data yang ada di PC / laptop, atau bisa juga ke hardisk eksternal, atau flashdisk.

Penggunaan :

Untuk menggunakan repo lokal yang kita buat, berikut langkah-langkahnya :

1. Rename sources.list default sistem
sudo mv /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.asli

2. Buat sources.list baru yang berisi alamat repo lokal
sudo gedit /etc/apt/sources.list

Format :

deb file:/path/path folder/

Contoh :

Folder repo lokal trusty yang ada di hardisk eskternal/flashdisk/partisi lain kita salin ke folder Home/Documents, maka format sources.list -nya adalah sebagai berikut :

deb file:/home/usernamesaya/Documents trusty/

3. Update cache apt
sudo apt-get update

4. Instal paket-paket yang ada di repo

Selamat mencoba :3

No comments: