08 May 2010

Long Term Support Ketiga: Ubuntu 10.04 Lucid Lynx Review

Tema yang lebih fresh dengan Light Theme

Minus GIMP

Ubiquity dengan Splash Screen dari proses instalasi Ubuntu, menyegarkan!


Hopla! Akhirnya Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx rilis final, sebuah rilis distribusi Linux yang sangat ditunggu-tunggu. Sebagai distribusi paling banyak digunakan, rilis terbaru Ubuntu selalu dinanti oleh banyak penggunanya, dan khusus untuk rilis kali ini, lebih banyak user yang menunggunya, karena rilis kali ini adalah rilis LTS (Long Term Support) yang ketiga untuk Ubuntu. Termasuk saya sendiri, walaupun belum menjadi seorang pengusaha, selalu memilih untuk menggunakan versi LTS saja—sejak era Dapper Drake.


Apa saja yang baru dari Lucid Lynx? Banyak hal yang bisa kita soroti dari versi 10.04 ini, yang tak semuanya bisa kita katakan menyenangkan—duh!, memang harus jujur menilai bukan?


Yang plus dari Lucid Lynx :


1. Ringan


Ini adalah kelebihan yang tak bisa di tawar. Lucid Lynx memang jauh lebih ringan! Ringan dalam hal apa? Ternyata memang ringan dalam semua hal, dari proses booting, hingga sistem GNOME yang telah disederhanakan sehingga benar-benar ringan.


Mungkin catatan saya ini bisa dianggap mengada-ada, atau sekedar ungkapan uforia semata, tapi tidak bung! Lucid Lynx memang sangat ringan! Jauh, jauh sekali, jauh lebih ringan dari Jaunty dan Karmic!

Sebagai catatan standar teknis, sistem yang saya gunakan adalah sebagai berikut :

CPU : Intel Pentium IV 2,4 Ghz

Memori : 512 MB

HDD : 40 GB

VGA : SiS onboard (16MB shared)

Monitor : Acer AC711 1280x1024


Dengan resources tersebut, catatan teknis performance sistem Lucid Lynx yang bisa saya catat adalah sebagai berikut:


Proses Booting :

Booting LiveCD : 02 menit 19 detik

Proses Instalasi : 20 menit 33 detik

Booting hingga tampilan GDM : 13 detik

Booting hingga tampilan penuh desktop : 1 menit 13 detik


Performance Sistem:

Memori yang terpakai (sesi normal, tanpa compiz): 256,9 MB (57%)

Loading GNOME Terminal: 2 detik

Loading nautilus file browser: 1,21 detik


2.
Aplikasi-Aplikasi Baru

Aplikasi-aplikasi baru yang ditanam adalah:

Gbrainy: aplikasi permainan asah otak yang sangat cemerlang, cukup susah, bahkan untuk orang dewasa.

Emphaty IM Client: Klien chat baru pengganti Xchat

Gwibber Social Client: Pengganti Pidgin. Mantap! Twitter dan Facebook bisa di manage dari sini.

Pitivi Video Editor: Aplikasi video editor OSS. Saya belum mengeksplorasi lebih dalam, sehingga belum paham bagaiamana menggunakannya untuk mengedit file video proprietary—dan cara menambah optional codecs-nya.

Ubuntu One: ini adalah semacam toko online Ubuntu, seperti Ovi Nokia, atau seperti Mandriva Online, atau seperti iTunes. Kita bisa membeli mp3 juga di sini :)


3.
Struktur Menu

Ada beberapa perubahan struktur menu, antara lain:

Nautilus CD burner di pindah, dari Places ke Applications>Accessories.

GNOME Games disederhanakan, hanya tersisa 5 permainan. Ini adalah berita gembira, karena permainan dalam GNOME Games terdahulu tidak menarik dan hampir bisa dipastikan sangat jarang dibuka oleh user.


4.
Interface

Tema baru! Ini seperti terjadi pada masa Dapper Drake, saat Human Theme diperkenalkan untuk pertama kali. Tema baru kali ini disebut Light Theme. Logo, tema icon, tema gtk, tema booting, semuanya diganti. Menurut beberapa orang, Light Theme dikatakan mirip Mac OS X, tapi menurut saya kok tidak juga! Taste dan karakter Ubuntu sangat kuat dan semakin berkarakter terasa di sini.


Ubiquity. Ada yang baru dari Ubiquity installer. Saat proses instalasi, ada dialog splash screen seperti proses instalasi windows. Terlihat sangat elegan—sangat amat elegan. Walau hanya detil kecil, tetapi saya sangat menyukainya :)


Demikianlah yang plus dari Lucid Lynx, dan ternyata ada juga sisi minusnya, yaitu antara lain:


1.
Aplikasi Yang dihilangkan

GIMP! Oh My God! Pertama masuk liveCD dan masuk menu Graphic; Where is the GIMP? Rupanya GIMP dihilangkan dari daftar pre-installed applications. Akhirnya saya harus menginstalasi GIMP secara terpisah. Not a very big problem!

Soundjuicer. Nampaknya tak terlalu bermasalah. Barangkali jarang yang menggunakan aplikasi ini—walau saya sendiri sering menggunakannya untuk mengesktraski koleksi CD lama saya :(


2.
Bug ?

Saya tulis bug dengan tanda tanya sebagai ungkapan lain dari, saya belum sepenuhnya paham! Satu bug terbesar yang saya temui adalah pada tool Bluez GNOME. Saya tidak juga bisa mengkoneksikan handphone saya dengan Ubuntu menggunakan Bluetooth. Di Bluez versi sebelumnya, kita cukup klik kanan dan Browse Device maka proses beres; tetapi di Blues kali ini hal itu tidak bisa dilakukan karena menunya beda. Dan saat saya coba 'add new devie' proses selalu gagal/failed. Hyuft T.T


Demikianlah preview singkat saya mengenai Ubuntu 10.04 Lucid Lynx. Barangkali masih ada banyak hal yang bisa dieksplorasi dan di share bersama, dan untuk itu saya mengharap share dari sahabat-sahabat semuanya!


Happy Linux-ing then, Happy Ubuntu-ing!

1 comment:

yuwono said...

saya punya bug yang cukup memngganggu mas, dan belum nemu pemecahan masakahnya,
kalau notebook saya saya konek dengan monitor external selalu muncul running in low graphic memory, terus restart.
setelah di cabut masih berulang sampai 3 kali restart baru normal lagi.
juga saya gak bisa install thunderbird, hang notebook saya.
oh ya, saya install di fujitsu lama,masih pentium m, memory 1 gb