06 May 2009

Mengenal Kembali Budaya Sendiri





Akhir-akhir ini saya sedang hangat berdiskusi mengenai tulisan Hanacaraka dengan rekan saya yang dari Sunda. Loh? Ya itulah. Saya jadi interest karena setelah usut di usut, tulisan asli Jawa dan Sunda itu sama, hanacaraka. Ini sangat-sangat menarik sekali. Mempelajari budaya satu rumpun bangsa sendiri yang luar biasa ini. Yap!


Selain masalah budaya dan humanisme yang menarik dari diskusi saya, alasan lainnya adalah karena dulu, saat saya masih duduk di bangku kelas 6 SD, saya bisa menulis hanacaraka seperti layaknya menulis latin. Lancar dan tanpa teks bantuan sedikit pun. ( Pamer! ) ^_^


Namun, karena di SMP materi muatan lokal bahasa jawa hanya fokus ke tembang dan bahasa lisan, alhasil skill saya dalam hal bahasa tulis jawa jadi luntur sedikit demi sedikit. Puncaknya tentu saat SMA dimana tak ada pelajaran bahasa jawa. Hyuf!


Nah, di Facebook tercinta, saya mendapat seorang teman baik dari Bandung. Dia nampaknya cukup interest dengan masalah art dan budaya, serta musik (tentu saja). Ujungnya adalah saat kami berdiskusi mengenai tulisan lokal (asli) sunda dan jawa, yang ternyata sama-sama hanacaraka. Ujung-ujungnya lagi adalah saat teman saya itu menanyakan apakah saya punya software menulis hanacaraka.


Waduh! Saya tidak punya. Dan daripada saya online hanya ber-facebook yang kurang produktif, saya googling dan menemukan dua kandidat software hanacaraka, yaitu HANACARAKA dan PALLAWA. Keduanya software Windows.


Langsung saja saya download dan instal di desktop Ubuntu Hardy saya. Namun sayang beribu sayang, Hanacaraka dapat saya instalasi dengan lancar dengan Wine, tetapi tidak dapat di jalankan. Ya sudahlah, masa iya saya harus menginstalasi Windows (bajakan) lagi di komputer saya? Kan nggak mungkin.


Alhamdulillah-nya, Pallawa dapat saya instalasi dan saya jalankan dengan sangat lancar di desktop Ubuntu Hardy. Pallawa saya jalankan dengan wine-0.9.59. Oke, langsung saja kita ke inti pembahasan.

Pertama, kita download Pallawa.

Kedua, karena installer Pallawa yang saya dapat di bundel dalam rar, jangan lupa instalasi unrar terlebih dahulu di desktop Linux kita.


$ sudo apt-get install unrar


Selanjutnya, ekstraksi paket rar tersebut. Caranya bisa dengan klik kanan>”extract here”, atau bisa juga pakai terminal (untuk kita yang lebih nyaman ber-TUI ria).


$ unrar e Pallawa.rar


Terakhir, jalankan file SETUP.EXE dengan wine. Caranya pun ada dua. Bisa klik kanan>”Open With Wine Windows Emulator”, atau dengan terminal.


$ wine SETUP.EXE


Proses instalasi selanjutnya sama seperti instalasi aplikasi di Windows. Next dan next. Setelah selesai, kita tinggal menjalankan Pallawa dari menu “Application>Wine>Programs>Pallawa>Pallawa”.


Interface dari aplikasi ini sangat simpel tetapi lengkap. Ada shortcut lengkap bagaimana kita menulis sandangan-sandangan. Window di bagi menjadi dua, atas dan bawah. Window bagian atas berisi tips bagaimana mengetik sandangan. Misal saja kita memencet tombol sandangan “layar”, di window bagian atas akan muncul tombol kombinasi (shortcut) apa yang mesti kita ketik di keyboard. Sedangkan window bagian bawah adalah window utama tempat kita menulis huruf hanacaraka. Sangat mudah sekali dan simpel!


Selamat mencoba ! ^_^


Link terkait > | download pallawa |


Baca juga > | Solusi WLAN Atheros di Linux |


2 comments:

budi sayoga said...

program Pallawa merupakan program komersil yang terdaftar dan dilindungi undang2.
mohon tulisan anda sebagai review saja dan dihilangkan link untuk download programnya.

budies said...

gimana menggunakan font ini di blog, saya pingin belajar nulis hanacaraka di blog