22 April 2009

Jangan Buang Yang Lama



Kemarin saya baru mendapatkan sebuah monitor yang lumayan masih bagus, Acer AC711 dengan ukuran 17 Inchi. Monitor ini mempunyai resolusi maksimal 1280x1024 piksel. Ukuran resolusi yang sangat-sangat mencukupi untuk kegiatan desain grafis menggunakan GIMP, dan tentu saja untuk mengerjakan skripsi. Saya sangat senang. Resolusi yang semakin besar memberi suasana “lega” ketika saya bekerja dengan desktop Linux.


Namun ada satu hal mengganjal mengenai monitor saya dan desktop Ubuntu 8.04. Karena saya hanya memakai VGA Onboard Generic (saya tak tahu detilnya, yang pasti bukan Intel), dan menggunakan driver Vesa, alhasil Ubuntu 8.04 tidak dapat memaksimalkan resolusi monitor saya secara otomatis. Ubuntu 8.04 hanya mengenali maksimum resolusi monitor mencapai 1024x768 piksel. Hmmm!


Saya jadi teringat saat dulu saya masih memakai PC PIII 500 MHz, RAM 384 dan monitor butut 14 Inchi serta Ubuntu 6.06, saya pernah menseting resolusi monitor secara manual dengan mongkonfigurasi Xserver-Xorg. Langsung saja saya jalankan lagi trik tersebut :

$ sudo dpkg-reconfigure xserver-xorg

dan ternyata tidak berhasil! Bagian seting resolusi tidak ada! Waduh, ternyata setingnya sudah di ubah dan berbeda. Langsung saja saya Googling dan mendapat penyelesaian simpel, ternyata kita harus menambahkan satu baris pada konfigurasi, yaitu menjadi :

$ sudo dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg

dan justru tidak bekerja sama sekali! Bagaimana ini?


Saya pusing, dan saya ambil jalan pintas. Saya masih punya LiveCD Install Ubuntu 6.06. Dan ajaibnya, begitu saya jalankan, Ubuntu 6.06 justru dapat mengenali monitor saya dengan sempurna. Wow! Tanpa pikir panjang, langsung saja saya copy file konfigurasi Xserver-Xorg dari LiveCD Ubuntu 6.06 yang terletak di /etc/X11/xorg.conf ke flash disk saya.


Saya masuk kembali ke desktop Ubuntu 8.04, dan saya copy file konfigurasi Xorg yang saya dapat dari LiveCD Ubuntu 6.06 tadi ke direktori Xerver Ubuntu 8.04.

$ sudo cp /media/flashdisk_saya/xorg.conf /etc/X11

(nama flashdisk tergantung label/nama flashdisk kita)

Terakhir, saya restart Xserver dengan Ctrl+Alt+Backspace, dan eureka! Monitor saya kini bekerja dengan sempurna dan dapat menampilkan resolusi maksimal 1280x1024 piksel.


Akhirnya saya pun dapat bekerja dengan jauh lebih leluasa dengan GIMP, Kolourpaint dan Inkscape.

Pelajaran paling berharga yang saya dapat dari masalah ini adalah : Jangan pernah membuang sesuatu yang lama, karena siapa tahu ada bagian dari yang lama yang dapat dipakai dengan baik pada sesuatu yang baru! Dalam hal ini saya bersyukur karena belum jadi membuang CD Ubuntu 6.06 dan akan saya simpan sebagai arsip berharga!


Happy Tux-ing !


No comments: