04 December 2007

OPREK UBUNTU BAGIAN TIGA : MEMBUAT REPOSITORI SENDIRI

Kali ini saya akan membahas mengenai membuat repositori lokal ubuntu. Dulu, saya pernah membahas tentang penggunaan apt untuk instalasi, yang intinya adalah ada file informasi database kumpulan paket dpkg dalam bentuk Packages.gz
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mendownload banyak paket dpkg, komplit dengan dependensinya. Saya tidak ada masalah dengan kumpulan paket tersebut, namun saya mendapat sedikit kerepotan ketika saya harus menginstal ulang sistem linux saya karena masalah, yang akhirnya harus menginstal seluruh paket dpkg tersebut dengan perintah $ sudo dpkg –i *.deb
Selain lama, hal tersebut kurang efisien karena ternyata saya tidak membutuhkan semua paketnya, dan jalan terbaik adlah dengan apt. Tapi bagamina membuat file database apt yang bernama Packages.gz itu? Kalau di Fedora ada aplikasi createrepo yang sangat canggih, namun di debian? Saya googling, dan mendapat cara membangun script apt, yaitu dpkg-scanpackages. Namun, saat saya menjalankannya, lagi-lagi muncul command not found.
Setelah berbingung ria, saya mendapati ternyata dpkg-scanpackages tidak pre-installed di ubuntu, melainkan paket tersebut adalah bagian dari paket dpkg-dev yang harus kita instal secara terpisah. Tanpa ragu saya download paket dpkg-dev di packages.ubuntu.com, lalu menjalankan dpkg-scanpackages. Prinsip kerjanya sama dengan createrepo, cuma script perintahnya lebih rumit. Jadi, setelah kita menaruh kumpulan paket dpkg di sebuah direktori, misal /home/xxx/paket-debian, kita jalnkan perintah ini :
$ sudo dpkg-scanpackages paket-debian /dev/null | gzip -9c > paket-debian/Packages.gz
Walau agak rumit, saya memang berhasil membangun repositori lokal, dan setalh saya masukan ke sources.list, saya bisa menggunakannya dengan apt atau synaptic.
Mmm, pengalaman baru...
Salam Linux!

No comments: