Senin, 18 Oktober 2010

BlankOn Linux Wallpapers (1)

BlankOn Hitam Putih (Klik Pada Gambar Untuk Perbesar dan Save As)

BlankOn Merah Putih 1 (Klik Pada Gambar Untuk Perbesar dan Save As)

BlankOn Merah Putih 2 (Klik Pada Gambar Untuk Perbesar dan Save As)

BlankOn Merah Putih 3 (Klik Pada Gambar Untuk Perbesar dan Save As)

BlankOn Merah Putih 4 (Klik Pada Gambar Untuk Perbesar dan Save As)

Di sela-sela waktu luang, saya—didasari hobi—mereka-reka tentang beberapa artwork untuk desktop BlankOn Linux dalam bentuk wallpaper. Kenapa BlankOn? Padahal, saya sendiri pemakai Ubuntu. Tentu saja karena saya sangat bangga dengan komunitas Ubuntu Indonesia yang dengan sukarela berlelah-lelah membangun sebuah distribusi Linux dengan material-material Ubuntu, demi memajukan Free Open Source Software di negeri tercinta ini.


Semua artwork yang saya buat ini, hanya potong tempel dan poles dari artwork-artwork desktop Linux yang ada di internet.


Secara khusus saya juga menegaskan, bahwa beberapa artwork yang saya buat, memakai konsep warna bendera merah-putih Indonesia dengan beberapa modifikasi gradiasi dan penempelan logo BlankOn Linux. Tak ada secuilpun niat—dalam tendensi hukum—untuk melakukan modifikasi Sang Saka Merah Putih. Ini semua justru salahsatu wujud kebanggaan saya sebagai anak bangsa Indonesia, dan karena dorongan jiwa saya untuk ikut mendukung perkembangan free open source software di Indonesia, dalam rangka proses pembangunan bangsa yang lebih luas. Bila ada kritik atau keberatan dengan artwork yang saya buat, silahkan kontak saya di whitcrow87@yahoo.com, facebook.com/alwan.rosyidi, atau melalui nomor telepon 085647646820.

Jaya selalu free open source software Indonesia!

Selasa, 12 Oktober 2010

Instalasi Microsoft Office 2007 di Linux Dengan Mudah Menggunakan Wine 1.2





Ada perkembangan sangat bagus dari aplikasi emulator untuk menjalankan binari exe windows di Linux yaitu Wine. Wine adalah aplikasi yang menjadi 'jembatan' agar Linux dapat menjalankan binari executable EXE windows yang sangat terkenal. Wine sendiri adalah aplikasi open source yang dikembangkan untuk komunitas, sedangkan versi komersial dari Wine yang dikembangkan oleh CodeWeavers adalah CrossOver (versi Wine yang telah dimodifikasi dan ditambahi berbagai library agar siap digunakan oleh user untuk menginstalasi dan menjalankan program EXE windows di Linux dengan mudah).

Namun, seperti yang telah diketahui, tidak semua program windows dapat dijalankan dengan wine, atau dapat dijalankan dengan melakukan modifikasi yang rumit terhadap wine terlebih dahulu. Nah, salahsatu program Windows yang tidak dapat dijalankan Wine secara builtin tanpa modifikasi terlebih dahulu adalah Microsoft Office 2007. Solusi alternatif mudahnya, kita bisa menggunakan CrossOver Office atau CrossOver Professional untuk menginstalasi Microsoft Office 2007 dengan mudah.

Namun, ada berita gembira. Mulai Wine versi 1.2, kita bisa melakukan instalasi program Microsoft Office 2007 di Linux dengan sangat mudah. Langkah pertamanya adalah:

  1. Download paket installer Wine versi 1.2 ke atas sesuai distribusi yang kita gunakan di website Wine, atau untuk distribusi Ubuntu di Launchpad.
  2. Google dan cari lalu download paket MSXML3.MSI. Ini adalah paket Windows Installer yang dibutuhkan agar kita bisa menginstalasi Microsoft Office 2007.
  3. Setelah Wine 1.2 di instalasi di sistem Linux kita, instalasikan paket MSXML3.MSI yang telah kita download. Cara untuk menginstalasi paket MSXML3.MSI adalah dengan menggunakan pilihan di menu Wine>Uninstall Wine Software, lalu di jendela Uninstall Wine Software, pilih Install dan carilah paket MSXML3.MSI tersebut di mana kita telah meletakannya (misal di home).
  4. Setelah MSXML3.MSI selesai di instalasi di sistem Linux kita, langkah terakhir adalah menginstalasi Microsoft Office 2007 dengan mengeksekusi file Setup.exe dari installer Microsoft Office 2007 milik kita. Proses instalasinya sama seperti di Windows, tunggu beberapa saat hingga selesai.
  5. Sekarang kita telah memiliki program Microsoft Office 2007 di sistem Linux kita, yang bisa kita akses di menu Wine>Programs>Microsoft Office.
  6. Selamat mencoba!
*Catatan teknis: distribusi yang saya gunakan adalah Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Bagi pengguna Ubuntu, cari installer wine terbaru yang sesuai versi Ubuntu yang anda gunakan di website Launchpad.

OpenOffice.org 3.2 dan OpenOffice.org 2.4 Dalam Satu Desktop Linux




Beberapa waktu yang lalu saya membahas topik instalasi OpenOffice.org 3.2 di Desktop Linux lama Ubuntu 8.04. Dalam proses tersebut, kita memerlukan proses uninstalasi terlebih dahulu OpenOffice.org 2.4 yang telah ada di sistem Ubuntu 804 agar OpenOffice.org 3.2 dapat di instalasi di sistem Ubuntu 8.04.

Namun, ternyata dua versi aplikasi OpenOffice.org dapat di instalasi secara bersamaan sebagai 'tandem' agar dapat bekerja bersama dalam satu desktop Linux tanpa harus membuang versi yang lebih lama terlebih dahulu. Kenapa harus repot? Salahsatu sebabnya, OpenOffice.org versi built-in instalasi distribusi, memiliki fitur OpenOffice.org Quickstarter yang sangat membantu mendongkrak kinerja OpenOffice.org pada saat dibuka pertama kali saat sistem di hidupkan, sedang keunggulan OpenOffice.org versi terbaru tentu lebih lengkap dari sisi fitur, dan kompatibilitas antar-dokumen dengan office suite populer lain lebih baik.

Langkah untuk menginstasi OpenOffice.org 3.2 di desktop yang telah ada OpenOffice.org versi yang lebih lama adalah:
  1. Download full package yang sesuai dengan distribusi yang kita gunakan dari web openoffice.org.
  2. Ekstraksi full package tersebut, dan instalasi semua paketnya kecuali paket Desktop Integration secara masive melalui terminal, dalam contoh ini paket DEB, maka proses instalasinya adalah sebagai berikut dengan mengunakan privillage root (dengan asumsi posisi shell telah ada di folder berisi paket DEB OpenOffice.org): # dpkg -i *.deb
  3. Paket OpenOffice.org 3.2 telah berhasil di instalasi, tetapi tidak akan muncul di menu desktop karena paket Desktop Integration tidak di instalasi. Paket Desktop Integration adalah paket yang berisi shortcut aplikasi OpenOffice.org 3.2 yang tidak bisa di instalasi bersama paket OpenOffice.org versi yang lebih lama karena akan terjadi konflik.
  4. Untuk memunculkan shortcut OpenOffice.org 3.2 di menu (KDE, Gnome, XFCE dlsb), kita harus menambahkannya secara manual melalui menu editor. Dalam contoh ini memakai menu editor Gnome di Ubuntu yaitu alacarte.
  5. Klik kanan pada menu Gnome dan pilih edit menu. Lalu masuk ke tab kategori program Office, lalu pilih New Menu (sub direktori baru dari kategori menu Office) dan beri nama OpenOffice.org 3.2. Pilih icon yang sesuai (bisa kita cari dari tema icon yang ada di sistem yang kita sukai, yaitu di /usr/share/icons.
  6. Masuk ke sub kategori yang telah kita buat, lalu buat shortcut satu persatu aplikasi yang ada dalam paket OpenOffice.org 3.2 dengan memilih New Item. Pada proses New Item, pada bagian command, pilih browse dan cari executable aplikasi di direktori /opt/OpenOffice.org3/programs/sbase untuk OpenOffice.org 3.2 Base, dan /opt/OpenOffice.org3/programs/scalc untuk OpenOffice.org 3.2 Calc dan seterusnya. Setelah semua selesai, klik close, dan lihat di menu Gnome. Sekarang kita memiliki dua versi OpenOffice.org dalam satu desktop Linux !
  7. Selamat mencoba!

Senin, 04 Oktober 2010

Mencoba Mozilla Firefox 4


Mozilla Firefox adalah web browser yang sangat terkenal di seluruh dunia dan di semua platform. Bahkan, bagi pengguna komputer awam yang memakai Microsoft Windows, mereka tidak tahu bahwa web browser Mozilla Firefox adalah web browser milik dunia open source dan menjadi web browser default di ratusan distribusi Linux di seluruh dunia. Bahkan, saking terkenalnya web browser ini, orang-orang mulai melupakan dan bahkan tidak tahu bahwa Microsoft Windows memiliki Internet Explorer.


Detik ini (4 Oktober 2010), web browser Firefox telah mencapai versi rilis stabil 3.6. Namun, Firefox 4 beta telah rilis dan siap untuk di download dan digunakan.


Saya pun mencoba mendownload lalu mencobanya di sistem Ubuntu 8.04 milik saya, dan ternyata luar biasa. Firefox 4 benar-benar jauh lebih cepat dari Firefox versi sebelumnya. Untuk menginstalasi Firefox 4 di sistem Linux, bisa dilakukan dengan sangat mudah. Paket Firefox 4 Linux yang bisa kita dapatkan di situs Mozilla berbentuk static linked sehingga berbentuk portable Linux application yang bisa di eksekusi dengan double click di sembarang distribusi Linux yang kita gunakan.


Jika kita ingin menginstalasinya dan memakainya sebagai web browser default di sistem linux kita, jalankan saja cara sederhana berikut:

  1. Pindah folder firefox hasil download kita ke direktori /opt melalui terminal (sebagai user root): # mv firefox /opt
  2. Edit shortcut /usr/share/applications/firefox.desktop dengan teks editor (gedit atau yang lain sesuai kebiasaan kita, dengan menggunakan user previllage sebagai root): # gedit /usr/share/applications/firefox.desktop
  3. Ganti baris Exec menjadi Exec=/opt/firefox/firefox
  4. Sekarang kita memiliki Firefox 4 sebagai web browser default untuk berselancar atau membuka file html.

Selamat mencoba!

Install OpenOffice.org 3.2 di Sistem Linux Lama (Ubuntu 8.04 Hardy Heron)




OpenOffice.org telah mencapai versi 3.2.xx. Bagi kita yang masih setia memakai versi Linux lama, kita tidak perlu melakukan upgrade sistem secara keseluruhan jika ingin menikmati versi terbaru dari software office suite terpopuler di dunia open source tersebut.


Untuk melakukan instalasi Ooo. 3.2.xx di sistem Linux lama kita, caranya sangat mudah, yaitu:

  1. Download paket instalasi Ooo. 3.2.xx yang sesuai dengan distribusi yang kita gunakan. Jika memakai distribusi keluarga Debian, maka pilih paket DEB, dan jika memakai distribusi berbasis RPM, maka pilihlah paket RPM. Jangan sampai lupa juga, dalam pilihan di website openoffice.org, pilihlah pilihan Full Package. Ukuran file yang akan kita terima sekitar 145 MB. Pilihan Full Package adalah pilihan termudah jika kita ingin menginstalasi secara offline.

  2. Ekstraksi paket instalasi dan letakan di /home atau di tempat lain yang kita suka.

  3. Uninstall atau remove terlebih dahulu semua paket OpenOffice.org versi lama yang terinstal secara default bersama distribusi Linux yang kita gunakan.

  4. Installasi secara masif paket OpenOffice.org 3.2.xx. Jika memakai distribusi berbasis debian maka gunakan perintah:

# dpkg -i *.deb (sebagai user root)

Dan jika memakai distribusi berbasis RPM, maka gunakan perintah:

# rpm -ivh *.rpm (sebagai user root)

  1. Jangan lupa instalasi paket Desktop Integration yang ada di folder DEBS/desktop-integration atau di folder RPMS/desktop-integration. Paket ini berisi shortcut untuk menampilkan shortcut paket Ooo. 3.2.xx di menu.

  2. Jalankan salahsatu paket Ooo. 3.2.xx, misal Ooo. Writer, lalu ikuti pengisian form awal. Salahsatu pilihan form yang mudah adalah pilihan 'transfer personal data'. Pilihan ini akan membaca konfigurasi dari Ooo. versi sebelumnya yang terinstalasi di sistem kita dan memakainya di Ooo. versi 3.2.xx yang baru saja kita instalasi.

  3. Selamat menikmati!


Catatan teknis: sistem Linux yang saya pakai adalah distribusi Ubuntu Linux versi 8.04 LTS (Hardy Heron) yang dirilis pada bulan April 2008.