12 November 2009

Perhatian, Warning, Jangan Pernah Gunakan Trash di Linux !!


Salahsatu ciri khas dari sistem operasi berbasis UNIX adalah adanya File Permission. Setiap file mempunyai atribut dari si pembuat / pemilik file. Nampak rumit, dan bagi saya juga terasa rumit :D


Satu kerumitan itu adalah manakala kita meng-copy file dari CD/DVD ke hardisk, file hasil copy tersebut beratribut Read Only. Walhasil, kita tidak akan bisa menghapus file tersebut sebelum kita merubah permission-nya menjadi read-write via terminal dengan hak akses root.


Nah, mengenai hal tersebut, saya pernah mengalami kejadian paling konyol dan menjengkelkan. Alkisah, pada suatu waktu, saya meng-copy sebuah DVD (bukan me-ripp). Nah, setelah saya selesai menonton DVD dari hasil copy-an tersebut, saya berniat menghapusnya dengan cara memindahkannya ke trash, sementara saya belum me-chmod permission-nya. Apa yang terjadi? Trash tidak bisa dikosongkan!! Arghhhh!


Saya bingung kalang-kabut. Saya coba akses trash dari terminal, dan saya ketik :


$ cd trash:///

Tidak bisa!!


Dimana alamat trash di terminal?


Lalu saya pun mencoba mengakses nautilus as root privillage, tetap saja tidak bisa! Padahal, ukuran file hasil copy DVD tersebut sebesar 4 GB! Waduh! Saya amat kebingungan hingga keputusan akhirnya saya instal-ulang sistem. Hyufff!!


Pelajaran paling berharga bila bekerja di sistem Linux/UNIX adalah, jika ingin menghapus file, hapuslah secara tuntas dan total, yaitu dengan menekan tombol Shift+Delete. Hapuslah file tanpa ampun (tidak usah memakai trash).


Seperti itulah!


Selamat ber-Linux!

No comments: