13 August 2009

KDE 4.2.2 Yang Semakin Dewasa dan Menawan, Review Kubuntu 9.04 Jaunty





Distro Kubuntu 9.04 Jaunty Jackapole telah lama di rilis, tapi baru kemarin saya sempat mencobanya dan kemudian menginstalasinya di PC saya. Satu alasan yang menyebabkan saya tidak lekas mencoba Kubuntu adalah karena semenjak Kubuntu 8.10, versi default yang didistribusikan menggunakan KDE4. Sementara pada waktu itu, KDE4 masih terasa begitu banyak kejanggalan di sana-sini.


Dan saat kemarin iseng mencoba versi 9.04, desktop yang digunakan adalah KDE 4.2.2 yang terasa sudah cukup matang dan rapi.


Kesan singkat dengan Kubuntu 9.04 dan KDE 4.2.2 adalah SANGAT ELEGAN. KDE4, yang merupakan transformasi dari KDE3, masih tetap mengedepankan tampilan desktop yang elegan dan indah. Dan menurut saya, KDE 4 jauh sangat lebih elegan dalam hal penampilan.


Baiklah, apa saja yang menarik dari Kubuntu 4.2.2 ?

Booting Cepat. Kubuntu 9.04 memiliki waktu booting yang jauh lebih cepat dibanding Hardy (walau saya tak mengukurnya dengan detil. Tapi sangat cepat).

Hemat Memory. Inilah yang aneh. KDE 4 jauh sekali lebih hemat memory di banding KDE3. Bisa juga sih kemungkinan system monitor KDE3 yang buggy dan menampilkan info resources monitoring yang error, tapi memang nyata, KDE 4 justru lebih ringan dari KDE3.

Amarok 2. Aplikasi musik organizer paling maknyus dalam dunia desktop Linux telah di upgrade ke versi 2.

Dragon Player. Sebagai frontend Xine untuk KDE4, Dragon Player dipasang dan menggantikan Kaffeine. Interface dan fungsionalitasnya lebih simpel dari Kaffeine, tetapi tetap powerful.

K3B. Berhubung K3B 1.6.6 belum final release, K3B yang disertakan masih K3B versi 1x untuk desktop KDE3.

Multimedia Codec Installer. Manakala kita mencoba memutar file multimedia non-free seperti MP3, akan ada notifikasi di system tray untuk instalasi codec multimedia otomatis. Codec yang akan diinstalasi adalah MPEG Codec, Flash Codec dan codec mp3 tag reader. Bagi kita yang konek internet, silahkan saja di ikuti notifikasi tersebut dan segalanya akan berjalan sangat mudah.

Tapi bagi kita yang tidak online, dan hanya memiliki repositori lokal Ubuntu 9.04, sebaiknya jangan install flash-installer (jangan di centang). Flash-installer adalah paket kecil yang berisi skrip untuk mengunduh codec proprietary dari situs Adobe. Jika kita tidak online, apt akan mengalami error.


Bagaimana kalau kita tidak online dan juga tidak punya DVD / lokal repositori Ubuntu 9.04? Gampang! Codec utama yang dibutuhkan Amarok2 dan Dragon Player adalah libxine1-ffmpeg. Download-lah paket tersebut, dan instalasi paksa ke sistem. Bagaimana caranya?


Pertama, download paket tersebut.

Kedua, ekstraksi paket tersebut. Caranya, pada Dolphin, klik kanan dan pilih 'Extarct Archive Here'. Kemudian akan muncul archive baru lagi, yang terdiri dari data.tar.bz2 dan control.tar.gz. Ektraksi lagi dengan cara yang sama file data.tar.bz2, hingga akan muncul folder “usr”.

Lihatlah secara rekrusif ke dalam folder usr hasil esktraksi tersebut, akan ada urutan folder usr>lib>xine>plugins>1.26. Pada bagian terakhir akan ada kumpulan shared object berekstensi *.so. Pindahkan semua isi dalam direktori tersebut ke direktori /usr/lib/xine/plugins/1.26.


Caranya adalah :

Buka Konsole. Tekan Alt+F2, ketik 'konsole' (tanpa tanda petik).

Dari terminal, masuk ke folder usr hasil ekstraksi tadi.


$ cd usr/lib/xine/plugins/1.26


Kopi atau pindahkan semua isinya ke direktori sistem kita.


$ sudo mv ./* /usr/lib/xine/plugins/1.26 -v


Buka Amarok atau Dragon Player, dan sekarang sudah mampu memutar mp3 dan kawan-kawan, termasuk file video MP4 dan FLV.


Trik tersebut sangat praktis dan ampuh, tapi karena tidak di instalasi dengan dpkg / apt, maka sistem menganggap belum terinstalasi codec libxine1-ffmpeg, dan setiap start sistem akan selalu ada notifikasi untuk menginstalasi codec libxine1-ffmpeg, maka abaikan saja !!


Lalu adakah nilai minus dari Kubuntu 9.04 ini? Ada, satu, Kubuntu 9.04 tidak menyertakan aplikasi Image Editing, yang mana pada Kubuntu versi KDE3, disertakan aplikasi Krita yang sangat powerful dan mirip sekali dengan Adobe Photoshop. Bagi kita yang online atau ada repositori / DVD lokal Ubuntu 9.04, hal tersebut tentu bukan masalah, karena kita tinggal menginstalasi GIMP.


Selamat ber-eskplorasi !

1 comment:

Anonymous said...

Maap, cuman mao nambahin kalo boleh...
Buat Kubuntu 9.04, kayanye lebih gampang kalo tinggal donlot file libxine yang ber-ekstensi *.deb (debian).
Dan untuk flash player bisa di download lewat komp laen di adobe.com terus pilih another operating system, pilih linux, step 2 tinggal pilih yg *.deb (maaf kalo salah).