22 July 2009

Bug Pada Amarok2 : Berharap Perbaikan Terus Dilakukan



Saya sedang menggunakan Mandriva Linux 2009.1 Spring, dan menggunakan aplikasi music manager Amarok2 (KDE4). Kesan pertama, Amarok2 lebih simpel, tidak ada welcome screen saat kita pertama menjalankannya. Hanya saja ada beberapa bug (yang saya alami) yang saya temukan :


1. Collection Directories

Amarok2 hanya mau membaca direktori koleksi musik kita yang ada di /home/music. Akan menyebalkan kalau koleksi musik kita terletak di partisi lain (sebagai misal), karena Amarok2 benar-benar tidak mau men-scan (membaca) koleksi musik selain dari folder/direktori /home/music. Solusinya, buat saja symbolic link koleksi musik kita ke /home/music. Sebagai contoh, koleksi musik saya terletak di :


/media/win/musik


Maka saya buat symbolic link :


ln -s /media/win/musik /home/alwan/Music


Jika koleksi musik kita tersebar di banyak tempat, maka buatlah symbolic link sebagai subfolder/subdirektori di direktori /home/Music


Sebagai misal, koleksi musik kita ada di tiga tempat :


/media/win_d/musik

/media/win_d/alquran

/media/win_d/instrumenta


Maka, buatlah symbolic link ketiganya sebagai subfolder di /home/Music :


ln -s /media/win_d/musik /home/Music/musik

ln -s /media/win_d/alquran /home/Music/alquran

ln -s /media/win_d/instrumental /home/Music/instrumental


2. Database yang belum sempurna.


Saat saya menambah beberapa track mp3 dan juga melakukan perubahan tag pada beberapa track mp3 saya, perubahan yang saya lakukan tersebut tidak langsung terbaca walaupun saya melakukan 'Rescan Collection' dan atau melakukan restart Amarok2. Ini agak menjengkelkan bagi saya, karena saya selalu rajin memperbaiki urutan koleksi mp3 saya, dengan memperbaiki tag-tag (id3) mp3 saya, agar nampak rapi dan terlihat nyaman di gunakan. Sangat berbeda dengan Amarok 1.4 yang telah memiliki database yang sempurna. Perubahan sekecil apapun akan terbaca dan akan melakukan rescan collection dengan sangat baik. Solusinya, saya hapus folder konfigurasi Amarok2 di /home yang terletak di /home/alwan/.kde4/share/amarok. Setelah saya hapus folder konfigurasi Amarok2 dan saya jalankan ulang Amarok2, barulah Amarok2 dapat membangun database musik saya dengan baik.


Begitulah, sekilas mengenai bug pada Amarok2 yang saya temui. Pastinya pada rilis berikutnya, aplikasi ini akan menjadi lebih baik. Bagaimana kalau kita masih menyukai Amarok 1.4? Bisa! Manakala kita menggunakan distribusi daripada Ubuntu Linux, di repositori online-nya masih tersedia paket KDE 3.5 beserta aplikasi-aplikasinya. Lihatlah di situs paket Ubuntu.


Selamat ber-Linux !


No comments: