05 June 2009

Yang Baru Yang Enak





Ubuntu 9.04 Jaunty Jackapole resmi di rilis dua bulan yang lalu? Fitur apa yang dimutakhirkan?


Bagi pengguna yang memiliki hardware baru (seperti pada notebook-notebook terbaru), rilis baru adalah berita gembira. Apa sebab? Rilis baru pasti menyertakan lebih banyak driver baru untuk hardware terkini. Dan hal itu memang bukan omong kosong. Pada Ubuntu Jaunty ini, semakin banyak WLAN yang terdekteksi secara otomatis, tanpa perlu di 'oprek' terlebih dahulu.


Selain driver, fitur-fitur lain yang beda antara lain, menu 'Shutdown' dan 'Logout' tidak lagi disertakan dalam Gnome Menu, tetapi hanya ada di button 'Logout' yang ada di pojok paling kanan panel. Mengenai desain ini, saya kurang suka. Saya punya kebiasaan mematikan komputer dari Gnome Menu dengan menekan tombol Alt+F1. Walaupun begitu, kombinasi Ctrl+Alt+Del akan memunculkan menu logout yang lengkap ! Saya tetap merasa nyaman ^_^


Selain pemindahan button Logout, fitur yang beda ada pada proses interface Installer Ubiquity, yang mana terdapat perbedaan pada tampilan pemilihan daerah waktu. Yang paling fundamental ada pada bagian pemartisian hardisk, yang mana sekarang di lengkapi dengan opsi 'Install them side by side, choosing between them each startup'. Opsi ini bisa di terjemahkan sebagai 'cara cerdas' dimana Ubiquity menseting parisi-partisi yang ada agar sistem operasi yang ada di dalam komputer berjalan secara berdampingan.


Selain perubahan dan penambahan fitur pada ubiquity, pada versi 9.04 ini ditambahi juga satu aplikasi yang bernama 'Computer Janitor'. Saya belum mencoba aplikasi ini, tapi dari penjelasannya, Computer Janitor kurang lebih sama dengan Time Machine milik Apple Mac OS X atau Reset Default Setting yang ada di Windows XP SP 2 dan yang lebih baru. Aplikasi yang berguna untuk 'mereset' atau mengembalikan seting ke posisi awal instalasi.


Bagaimana dengan versi aplikasi? Yang paling terasa tentu pada versi OpenOffice.org yang telah di-upgrade ke versi 3. Fitur utama OpenOffice.org 3 adalah secara default kompatibel dengan standar format baru Microsoft Office. Khusus Ubuntu, fitur tersebut sebenarnya tidak terlalu terasa, sebab mulai versi OpenOffice.org 2.3 yang di bundel pada Ubuntu 7.10, Ubuntu telah menyertakan converter sehingga OpenOffice.org 'milik' Ubuntu sudah kompatibel dengan standar format baru Microsoft Office mulai versi 2.3 yang lalu.


Fitur baru lain, pada versi 9.04 sudah didukung filesistem baru Linux yaitu ext4. Dari percobaan saya menggunakan komputer Celeron D 2,13; 1 GB DDR2 dan 160 GB HDD, Ubuntu 9.04 dengan ext4fs, kinerja yang dihasilkan cukup memuaskan. Yang paling terasa adalah, deteksi WLAN yang makin mak nyuss!


No comments: